Perkuat Biosecurity dan Kesehatan Ternak, BRMP Veteriner Dampingi Peternak melalui Program ICARE
Bogor, Oktober 2026– BRMP Veteriner terus memperkuat penerapan teknologi kesehatan hewan melalui monitoring kegiatan Kerja Sama Kemitraan Kompetitif (Competitive Grant) Program ICARE di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan biosecurity, pengendalian penyakit, serta pemanfaatan teknologi pendukung untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak sapi potong dan ayam KUB di tingkat peternak.
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, monitoring Tim CG ICARE BRMP Veteriner dilaksanakan pada 26–29 Oktober 2026 di tujuh desa, yaitu Aere, Ulundoro, Pekorea, Iwoi Menggura, Watuoha, Aladadio, dan Tinete. Kegiatan meliputi pengecekan bak penampungan limbah/kotoran kandang di enam desa serta distribusi perlengkapan biosecurity berupa sprayer desinfektan, masker, dan sarung tangan kepada peternak di seluruh desa. Dalam kunjungan tersebut, tim juga menemukan sapi yang mengalami kembung dan segera melakukan penanganan melalui petugas kesehatan hewan binaan CG menggunakan obat-obatan yang telah didistribusikan. Selain itu, dilakukan pengolesan salep ScabitoVet pada sapi yang mengalami luka cukup dalam sebagai upaya mendukung penanganan kesehatan ternak.
Di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, monitoring dilaksanakan pada 28–30 Oktober 2026 di Desa Bunut Baok dan Desa Jago, Kecamatan Praya. Kegiatan meliputi penyerahan nanoherbal Cocci-Fit dan MolaBoost kepada peternak Koperasi MAS Jago serta vaksinasi IBD/Gumboro melalui air minum terhadap 500 ekor ayam KUB milik peternak Koperasi NNJU. Hasil monitoring terhadap tujuh peternak mitra menunjukkan ayam dalam kondisi sehat setelah tiga minggu penerapan nanoherbal dan fermentasi daun pepaya. Tim juga memantau kesiapan kandang untuk pengisian DOC berikutnya, mengoordinasikan kebutuhan tempat pakan dan minum, serta menyerahkan alat jet cleaner untuk membantu pembersihan atap kandang dan menjaga kondisi lingkungan kandang, terutama selama musim kemarau.
Penerapan teknologi herbal juga mendapat respons positif dari peternak Koperasi MAS Jago. Muchtar, seorang peternak yang telah merintis usaha sejak 2023 mengungkapkan bahwa, “Sejak menerapkan ramuan herbal yang diberikan tiga kali berturut-turut dengan durasi empat jam setiap pemberian, saya merasakan perkembangan ayam yang semakin baik. Teknologi ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan dan produktivitas ternak kami.”
Melalui monitoring di kedua wilayah tersebut, BRMP Veteriner memastikan penerapan teknologi kesehatan hewan tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan atau pengenalan inovasi, tetapi juga disertai pendampingan dan evaluasi langsung di tingkat peternak. Integrasi biosecurity, vaksinasi, pengelolaan limbah kandang, pemanfaatan herbal, serta penanganan awal penyakit diharapkan semakin memperkuat sistem kesehatan ternak terpadu dan mendorong peternakan rakyat yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.