Perkuat Standar Deteksi Penyakit Jembrana
Bogor (19–20/10/2026) – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Veteriner terus mendorong penguatan standardisasi pengujian penyakit hewan melalui pembahasan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) tentang Deteksi Antibodi Penyakit Jembrana dengan Metode Indirect Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pembahasan dilaksanakan melalui rapat teknis dan rapat konsensus pada 19–20 Oktober 2026 di Avenzel Hotel and Convention, Cibubur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan rancangan standar agar metode pengujian antibodi penyakit Jembrana memiliki acuan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten. Penyusunan standar ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengujian laboratorium serta membantu memperkuat upaya pemantauan dan pengendalian penyakit Jembrana pada sapi.
Rapat teknis dipimpin oleh Kepala Pusat PRMPKH, Agus Susanto, dengan agenda pembahasan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) tentang Deteksi Antibodi Penyakit Jembrana dengan metode Indirect ELISA (19/10). Kegiatan ini melibatkan konseptor dan anggota Komite Teknis 11-16 Kesehatan Hewan dari unsur pemerintah, pakar, dan pelaku usaha untuk memberikan masukan serta menyempurnakan rancangan standar. Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui rapat konsensus (20/10) sebagai bagian dari proses penyempurnaan RSNI agar dapat menjadi acuan pengujian penyakit Jembrana yang konsisten dan berkualitas.
Melalui rangkaian pembahasan tersebut, penyempurnaan RSNI diharapkan dapat menghasilkan standar pengujian yang andal dan mendukung keseragaman hasil pemeriksaan. Keberadaan standar ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas laboratorium veteriner dalam mendeteksi antibodi penyakit Jembrana.