Matangkan Standar Deteksi Penyakit Jembrana
Bogor, 1–2 Oktober 2026 – BRMP Veteriner bersama para konseptor dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) membahas penyempurnaan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) deteksi antibodi penyakit Jembrana menggunakan metode indirect Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Brachiaria BRMP PKH Bogor ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan standar pengujian yang jelas, seragam, dan dapat diterapkan.
Pembahasan mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari checkerboard titration, validitas pengujian, pengenceran serum, penggunaan antigen dan konjugat, hingga tahapan inkubasi, pencucian plate, dan interpretasi hasil. Salah satu kesepakatan penting adalah penggunaan nilai coefficient of variation (CV) ≤30 persen sebagai salah satu kriteria validitas, serta penyempurnaan perhitungan rasio optical density (OD) kontrol positif dan kontrol negatif untuk menentukan kondisi pengujian yang optimum.
Ruang lingkup RSNI juga diperkuat untuk mendukung kegiatan surveilan dan pemantauan pascavaksinasi melalui deteksi antibodi spesifik penyakit Jembrana menggunakan protein rekombinan kapsid p26 Jembrana Disease Virus (JDV) dengan metode indirect ELISA. Penyempurnaan prosedur diharapkan dapat menghasilkan metode pengujian yang konsisten sehingga hasil pemeriksaan lebih dapat diandalkan dan dipertanggungjawabkan.
Dari pembahasan tersebut, dokumen RSNI1 telah diselesaikan dan akan dilanjutkan ke tahapan rapat teknis yang direncanakan pada pertengahan Oktober 2026. Penyusunan standar ini menjadi langkah penting dalam mendukung penguatan surveilan dan pemantauan penyakit Jembrana serta upaya menjaga kesehatan ternak, khususnya sapi Bali.