Sinergi BRMP Veteriner dan Dinas Pertanian Bantaeng Dukung Percepatan LTT dan PM-AAS
Bantaeng (6–7/7/2026) – BRMP Veteriner bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan penerapan budidaya padi model PM-AAS sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari melalui rapat koordinasi dan pendampingan lapangan yang melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, serta Brigade Pangan.
Pada 6 Juli 2026, BRMP Veteriner bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng menggelar Rapat Koordinasi Percepatan LTT Bulan Juli 2026 yang dihadiri Kepala BRMP Veteriner selaku Penanggung Jawab Kabupaten Bantaeng Siswani, Sekretaris Dinas Pertanian mewakili Kepala Dinas, jajaran Dinas Pertanian, Tim BRMP Veteriner, serta 61 penyuluh pertanian. Dalam pertemuan tersebut disepakati target LTT Kabupaten Bantaeng bulan Juli 2026 seluas 1.713,76 hektare dan target penerapan budidaya padi model PM-AAS seluas 100 hektare yang akan diawali dengan penyiapan CPCL, sosialisasi kepada kelompok tani, serta koordinasi penyediaan benih, alsintan, pupuk, dan irigasi.
Sekretaris Dinas Pertanian mengapresiasi kinerja para penyuluh yang selama ini berhasil mengawal pencapaian target pertanian di Kabupaten Bantaeng dan berharap mereka terus menjadi ujung tombak dalam meningkatkan luas tanam serta produktivitas padi. Sementara itu, Kepala BRMP Veteriner mengapresiasi capaian LTT Kabupaten Bantaeng yang telah melampaui target pada periode sebelumnya serta menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, penyuluh, petani, dan BRMP Veteriner dalam mengawal berbagai program strategis Kementerian Pertanian.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi, pada 7 Juli 2026 sebanyak 27 penyuluh pertanian mengikuti diskusi lapangan bersama Tim LTT BRMP Veteriner sekaligus melakukan kunjungan ke tiga desa dan Brigade Pangan Cahaya Abadi yang diproyeksikan menjadi lokasi penerapan PM-AAS. Dalam kegiatan tersebut penyuluh mendapatkan pendalaman materi teknis budidaya PM-AAS, berdiskusi mengenai pengaturan jarak tanam, perlakuan benih, pemupukan, hingga pengelolaan air dan gulma. Petani dari Lamalaka, Layoa, dan Gantarangkeke juga berbagi pengalaman menerapkan sistem tanam benih langsung menggunakan drum seeder yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare dengan penggunaan tenaga kerja yang lebih efisien.