BRMP Veteriner Perkuat Standardisasi Metode ELISA untuk Deteksi Antibodi Penyakit Jembrana
Bogor — Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Veteriner (BRMP Veteriner) bersama tim konseptor melaksanakan pembahasan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) “Deteksi Antibodi Penyakit Jembrana dengan metode Indirect Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA)”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat standardisasi metode pengujian penyakit Jembrana sehingga dapat diterapkan secara seragam dan menghasilkan data pengujian yang konsisten. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan substansi teknis RSNI, meliputi ruang lingkup, bahan dan peralatan, prosedur pengujian, validitas, serta interpretasi hasil.
Dalam pembahasan disepakati bahwa RSNI saat ini berfokus pada metode indirect ELISA untuk mendeteksi antibodi penyakit Jembrana, sedangkan metode PCR belum menjadi bagian dari ruang lingkup standar yang disusun.
Sejumlah aspek teknis turut dikaji secara mendalam, di antaranya penggunaan protein rekombinan JGag6 histidin, serum kontrol positif dan negatif, anti-bovine IgG HRP, substrat TMB, serta penerapan checkerboard titration untuk menentukan kondisi pengujian yang optimal. Penyusunan standar juga diarahkan agar prosedur tidak bergantung pada merek maupun produk tertentu, sehingga dapat mendukung penerapan metode secara lebih luas di laboratorium pengujian. Selain bahan dan peralatan, tim konseptor menyempurnakan tahapan prosedur pengujian mulai dari coating, blocking, pengenceran serum, pencucian plate, penambahan konjugat dan substrat, hingga pengukuran nilai absorbansi menggunakan ELISA reader pada panjang gelombang 450 nm. Setiap tahapan dikaji untuk memastikan prosedur memiliki parameter yang jelas, terukur, dan dapat menghasilkan hasil pengujian yang konsisten.
Pembahasan juga mencakup kriteria validitas dan interpretasi hasil, termasuk evaluasi nilai Optical Density (OD), kontrol positif dan negatif, serta penentuan cut-off. Penetapan kriteria cut-off dan interpretasi hasil masih memerlukan kajian lebih lanjut berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan di beberapa laboratorium agar diperoleh kriteria yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Melalui penyusunan RSNI ini, BRMP Veteriner terus mendorong tersedianya metode pengujian veteriner yang terstandar sebagai bagian dari penguatan sistem diagnosis dan surveilans penyakit hewan. Standardisasi metode ELISA diharapkan dapat mendukung keseragaman pengujian, meningkatkan keandalan hasil laboratorium, serta berkontribusi terhadap penguatan kesehatan hewan di Indonesia.