Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNJANI Laksanakan Studi Lapang di BRMP Veteriner Bogor
Bogor, 7 Januari 2026 – Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), melaksanakan kegiatan studi lapang ke Balai Riset dan Media Penelitian (BRMP) Veteriner pada Rabu (7/1). Kegiatan ini diikuti oleh tiga dosen pendamping dan merupakan bagian integral dari mata kuliah Epidemiologi Penyakit yang Ditularkan dari Hewan (Zoonosis).
Dalam sambutannya, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Veteriner, Budi Laksono, yang mewakili Kepala Balai, menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Ia menjelaskan bahwa BRMP Veteriner memiliki peran strategis dalam perakitan dan modernisasi teknologi di bidang veteriner.
“Kegiatan studi lapang ini sangat relevan dengan pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam memahami dinamika epidemiologi penyakit zoonosis melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan,” ujar Budi.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Kesehatan Masyarakat UNJANI, Teguh Akbar Budiana, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai jembatan antara teori di kelas dan praktik di lapangan.
“Ini adalah momen berharga bagi mahasiswa untuk menyaksikan langsung penerapan ilmu yang telah dipelajari. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan kompetensi mereka dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan zoonosis,” jelas Teguh.
Selain mendapatkan pemaparan materi mengenai fungsi, tugas, dan peran BRMP Veteriner, para mahasiswa juga berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh balai tersebut. Kunjungan ini memungkinkan mereka melihat secara nyata proses penelitian, diagnosis, dan upaya pengendalian penyakit hewan yang berpotensi menular ke manusia.
Kegiatan studi lapang ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara UNJANI dan BRMP Veteriner dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi dan mengendalikan penyakit-penyakit zoonosis di Indonesia.