BRMP Veteriner Dukung Percepatan LTT dan Swasembada Pangan di Kabupaten Bantaeng
Bantaeng (17-18/4/26) – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Peternakan (BRMP) Veteriner terus memperkuat dukungannya dalam percepatan swasembada pangan melalui penguatan koordinasi, pendampingan teknis, serta penyediaan sarana produksi bagi petani, untuk percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Pada Jumat, tim BRMP Veteriner melaksanakan survei lapangan terhadap kerusakan saluran irigasi sekunder di wilayah Kecamatan Gantarangkeke. Kegiatan ini dilakukan bersama penyuluh pertanian serta Ketua Brigade Pangan setempat guna mengidentifikasi kendala teknis yang berpotensi menghambat optimalisasi pertanaman.
Kegiatan berlanjut pada Sabtu dengan agenda koordinasi strategis bersama Penanggung Jawab (PJ) Provinsi dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, serta Ketua Tim Kerja (Katimker) Bantaeng. Rombongan melakukan audiensi dengan Bupati Bantaeng di Rumah Jabatan Bupati untuk membahas langkah percepatan pelaksanaan program LTT dan sinergi lintas sektor.
Selanjutnya, dilaksanakan rapat koordinasi dan sinkronisasi pendampingan program swasembada pangan yang bertempat di Gedung Perpustakaan Kabupaten Bantaeng. Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah yang mewakili Bupati, para penyuluh pertanian dari seluruh wilayah kerja di Kabupaten Bantaeng, serta jajaran terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, PJ Provinsi menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsin) secara simbolis kepada Brigade Pangan Cahaya Abadi sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, Sekretaris Daerah mewakili Bupati Bantaeng juga menyerahkan bantuan benih dari BRMP Veteriner sebagai stimulus percepatan tanam dalam kegiatan optimalisasi lahan (oplah).
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara penyuluh pertanian dan PJ Provinsi, yang membahas strategi percepatan pencapaian target LTT, termasuk optimalisasi pemanfaatan lahan, penguatan pendampingan, serta percepatan tanam di lapangan.